Sistem Nilai Ujian OSCE - 24711074

FEEDBACK REMED 1 OSCE Ketrampilan Medik SMT 4 TA 2025/2026

21 Agustus 2026

24711074

Station Feedback
IPM 2 SISTEM DARAH & INFEKSI 2 pasangkan dengan 3way baru mulai mengatur tetesan, jangan lupa mengunci pengatur tetesan sebelum mengalirkan cairan, prinsip sterilitas lebih diperhatikan lagi saat insersi kateter, finishing kurang rapi dan tidak sempat membereskan alat, perhitungan tpm benar tapi belum sempat mengatur tpm nya
IPM 3 SISTEM KARDIO RESPI px vital sign tdk lengkap : nadi & respi tdk diukur, pemeriksaan fisik thoraks jantung dan paru lengkap, caranya lege artis, dan sistematis; JVP blm tepat, px penunjang sudah bisa mnginterpretasikan 2 (ST depres?LVH?), dx utama blm lengkap, dd blm tepat
IPM 4 SISTEM KARDIO RESPI 1 CVS pelajari kembali pemegangan bagging scr CE clamp krn paru2 tdk mengembang. tanyakan ke penguji brp spo2 sblm pemasangan ET. pelajari kembali cara memegang laringoskop masih mengungkit sampai gigi patah 1x. ritme bagging 12x/ mnt setelah pemasangan ET sdh benar tp yang cantika lakukan di manekuin terlalu cepat.jgn lupa mengunci balok ET sdh ET terpasang
IPM 6 THT 1 Cantika// Anamnesis: sudah cukup lengkap //Px fisik: ketika memasukkan spekulum hidung jangan sampai terbuka ya (itu spekulum masih terbuka ketika Cantika masukkan.. kasian nanti bisa terjepit bulu hidung pasiennya), lain-lain sudah runtut dan baik. Oh iya jangan lupa cuci tangan setelah px dan langsung buang HS pada tempatnya ya //Dx kerja: benar tapi belum spesifik //DD: ok //Terapi dan penulisan resep: ayo diingat lagi diagnosisnya apa.. ini justru belum diberi yang untuk menanganinya. Diingat lagi keluhan utamanya apa (kenapa kok diberi obat sesak?), obat yang spray belum tepat DOC nya.
IPM 8 SISTEM RESPI anamnesis: sudah sistematis, bedakan antara faktor memperberat dengan pencetus/trigger, riwayat alergi selain di pasien juga gali di keluarga. penunjang: ro toraks peningkatan corakan bronkovaskuler (kesimpulannya ?); spirometri membaik setelah diberi bronkodilator (obstruksi reversible); darah lengkap: peningkatan eosinofil, cara membaca AGD diperbaiki lagi. dx: asma eksaserbasi akut derajat persisten berat (derajat keparahan eksaserbasi dan stabil dibedakan ya). dd: PPOK, pneumonia (kronis kenapa dd akut) farmakoterapi: kenapa memilih budesonid formoterol (controller) baiknya nebulisasi SABA+SAMA dan injeksi kortikosteroid, kenapa obat oral memilih prednison? (sediaan yang jarang di Indonesia).
Download PDF