Sistem Nilai Ujian OSCE - 24711244

FEEDBACK OSCE Ketrampilan Medik SMT 4 TA 2025/2026

15 Agustus 2026

24711244

Station Feedback
IPM 1 SISTEM DARAH & INFEKSI 1 ax sudah ok, pemeriksaan fisik minimalis sekali, belajar lagi ya dik, px penunjang sudah baik, hanya msh kurang sempurna, dx masih terlalu global kurang fokus mendetil dan sesuai dg masalah pasien, edukasi dah baik namun belum melibatkan pasien dalam keputusan dan pemeriksaan klinis. kapan pasien ini dirujuk, rawat jalan atau rawat inap? jangan lupa cuci tangan paska periksa ya
IPM 2 SISTEM DARAH & INFEKSI 2 Persiapan= saat mempersiapkan botol infus, sebaiknya isi tabung infusnya dulu ya maksimal sebanyak setengah tabung. kemudian ujung selang tidak boleh dibiarkan terbuka seperti itu karena itu merupakan area steril. buang cairan infus pada bengkok ya saat membuang gelembung, jangan dibiarkan saja. setelah memastikan gelembung hilang, jangan lupa kunci lagi ya dek selang infusnya. bagaimana cara memperbesar dari vena pasien? ; Tindakan= sudut penyuntikan berapa dek? baca lagi ya. jangan pegang area yang sudah diswab ya. ukuran iv canula yang hendak digunakan berapa dek? awalnya 20 kemudian ganti ke 18?? jika ingin mengganti, pilih ukuran yang lebih kecil. setelah darah keluar, sebaiknya tourniquet dilepas ya. Fadlu bahkan tidak melepas tourniquet sampai mengatakan pemasangan infus selesai??? fiksasi infus sebaiknya dilakukan setelah memastikan cairan infus mengalir ya ; Menghitung dan mengatur tetesan= mengakui bahwa lupa cara menghitung kebutuhan cairan infusnya sehingga tidak dilakukan ; Komunikasi= sampaikan pada pasien saat akan menyuntikkan jarumnya. minta tarik napas agar pasien tidak nyeri ya ; Profesionalisme= sudah melakukan IC dengan baik. tourniquet masih terpasang loh dek? dibiarkan saja dek? belajar lagi ya dek
IPM 3 SISTEM KARDIO RESPI 1 Pemeriksaan fisik tidak lege artis dan kurang runtut. Lupa cara memeriksa JVP. Interpretasi Rontgen thorax benar, Interpretasi EKG tidak tepat.
IPM 5 MATA Ax sudah baik, riw kebiasaan blm ditanyain // Px : px visus sudah baik tapi perintahnya kurang lengkap yak, px segmen anterior kurang lengkap, biar ga lupa urut ya sesuai anatomi dari luar ke dalem // Dx kurang lengkap // Tx jenis udah bener tapi sediaan kurang tepat
IPM 6 THT Ax: ada faktor resiko yang belum tergali, kebanyakan yang ditanya masih superfisial saja harusnya bisa lebih mendalam; Px Fisik: belum memakai headlamp saat inspeksi dan palpasi hidung, inspeksi luar hidung-rinoskopi-orofaring tidak lengkap, cara memegang dan memasukkan spekulum hidung kurang tepat, PS kesakitan; Dx: diagnosis kerja kurang lengkap DD salah ; Tx: pilihan obat sudah benar, hanya kurang kapan obat di gunakan/minum, cara pemberian, dosis salah satu obat melebihi ketentuan
IPM 7 THT (Telinga) Anamnesis: sudah relevan dan mengarah ;Pemeriksaan fisik: sudah sesuai ;Diagnosis kerja: sudah tepat ,diagnosis banding: belum sesuai ;Tatalaksana farmakologi (termasuk kesesuaian blanko resep): pilihan terapi utama sudah sesuai, namun penulisan resep belum sesuai ;Edukasi: belum cukup ;Secara keseluruhan: usahakan anamnesis menjurus dan poin-poin penting pertanyaan yang akan kita gali menuju beberapa diagnosis yang kita buat banding dan mengerucut ke salah satu diagnosis menjadi dx kerja yang paling tepat
IPM 8 SISTEM RESPI px penunjang kurang 1 yg tepat, derajat asmanya bgmn? sebaiknya dikasih inhaler apa nebulizer?
IPM 9 RJP sudah memperkenalkan diri tapi lupa safety lokasi, sudah shout forhelp, sudah cek awal,sudah cek nadi, sudah rjp dan teknik bagus, tapi teknik breath keliru (belum headtilt sampai mendangak sehingga saluran nafas terbua lurush dan dafas tidak masuk), lokasi bukan tengah papila ya (pelajari lagi ca mengukur lokasi), pakai ambubag juga belum bisa di awal krn kliru. evaluasi nafas jufa setelah 2 menit ya.selain "ada" harus dinlai juga adekuat tidak recovery potition dialakukan cek dulu sadar tidak
STATION IPM 4 SISTEM KARDIO RESPI 2 Fauzan--> PERSIAPAN: Operator:baik# alat: baik# pasien: sudah pasang OPA namun belum konfirmasi apakah ada cedera dan A nya clear# PROSEDURAL: oksigenasi terlalu cepat(potensi hiperfentilasi), sudah mencoba memasukan udara dahulu sebelum fiksasi, namun melihat apakah masuk atau tidaknya dengan apa karema diawalnya tidak menngunkan stetoskop baru setalahnya mnggunkan stetoskop setelahET difiksasi, jarak pemberian oksigenasi stelah oksignasi tarahor (setlah fiksasi) ke oksigenasi setelahnya terlalu lamam ( potensi hipoksia), belum pasang OPA dan berapa setingan ventilasi atau frkensi VTPnya? #KIE: hindari pengggunan kata-kata medis ya
Download PDF