FEEDBACK OSCE Ketrampilan Medik SMT 4 TA 2025/2026
15 Agustus 202624711241
| Station | Feedback |
|---|---|
| IPM 1 SISTEM DARAH & INFEKSI 1 | ax ok, px fisik blajar lagi yg lbh urut dan sistematis dan lege artis ya, px penunjang belajar lagi, dx blm lengkap, blm sempat edukasi, apa istilah hb turun? |
| IPM 2 SISTEM DARAH & INFEKSI 2 | Persiapan= sebaiknya sebelum memasangkan selang infus ke flabot dikunci dl ya. lalu isi tabung nya maksimal setengah. bagaimana cara yang benar mengisi tabung dek? apakah dengan menekan infusnya? membuang gelembung sampai benar-benar terbuang ya, jangan hanya yang penting mengalir. tutup kembali ujung selang infus atau three way nya karena itu merupakan area steril ; Tindakan= berapa derajat penyuntikannya dek? saat darah sudah keluar, jangan lupa lepas tourniquet nya ya dek. tekan vena saat akan menyambungkan dengan selang infusnya. setelah terpasang, pastikan bahwa infus mengalir bukan sambil mengatur tetesan. atur tetesan setelah terfiksasi. fiksasi nya masih kurang tepat ya. ada bagian cannula yang keluar dari vena pasien ; Menghitung dan mengatur tetesan= 1 detik dalam 1 menit itu bagaimana ya dek? ; Komunikasi= sambil tenangkan pasien saat melakukan tindakan ; Profesionalisme= saat IC, sampaikan juga risiko yang ditimbulkan dalam pemasangan infus. perhatikan lagi prinsip bersih dan steril pada pemasangan infus ya. jangan terburu-buru dalam melakukan tindakan. tolong hati-hati dalam tindakan ya dek |
| IPM 3 SISTEM KARDIO RESPI 1 | Pemeriksaan fisik kurang lengkap, teknik pemeriksaan JVP kurang tepat (posisi). Diagnosis utama kuirang lengkap. |
| IPM 5 MATA | Ax kurang lengkap, rpo belum, riw kebiasaan blm ditanya // Px px visus hampir salah ya, px segmen anterior posisi pasien & dokter salah yah, px pupil salah, px iris salah sudutnya, pemeriksaan tidak urut juga yah jadi km lupa lupa, lensa blm diperiksa, kornea blm diperiksa, px otot ekstraokular blm dilakukan // Dx ddx benar // Tx sudah tepat // fokus yah |
| IPM 6 THT | Ax: sudah baik; Px Fisik: posisi duduk sempat salah diawal, belum memakai headlamp saat palpasi luar hidung-setelahnya baru memakai, belum melakukan inspeksi luar hidung, cara memasukkan dan mengeluarkan spekulum hidung kurang tepat (seharusnya masuk tertutup dari bawah lalu diluruskan- untuk keluar spekulum jangan tertutup nanti rambut hidung tertarik) PS kesakitan/tidak nyaman-inspeksi juga tidak lengkap, inspeksi orofaring tidak lengkap; Dx: diagnosis kerja kurang lengkap DD sudah benar ; Tx: pilihan obat sudah benar 1, dosis sediaan salah |
| IPM 7 THT (Telinga) | Anamnesis: kurang tajam, relevan dan mengarah ;Pemeriksaan fisik: otoskop telinga kiri belum tepat, telinga kanan sudah tepat, tes garpu tala schawabah prosedur belum tepat dan menggunakan ukuran garpu tala belum tepat ;Diagnosis kerja: sudah tepat ,diagnosis banding: sudah sesuai ;Tatalaksana farmakologi (termasuk kesesuaian blanko resep): pemilihan terapi utama belum tepat ;Edukasi: belum lengkap ;Secara keseluruhan: anamnesis pertajam dan terapi sesuaikan dengan diagnosis kerja ya |
| IPM 8 SISTEM RESPI | px penunjang tdk diinterpretasikan dan kurang 1 yg tepat, dx dan dd kalo jantung salah ya, terapi juga jadinya salah |
| IPM 9 RJP | safety sudah ok (tapi sebaiknya perkenalkan diri juga), cek responnya boleh sampai nyeri untuk memastikan, kecepatan rjp masih jauh dari seharusnya, seharusnya cek airway dulu sebelum breath pertama, teknik breath sudah baik, lokasi penekanan rjp sudah bener belum (pastikan dengan jari ya), lokasi pengecakan arteri carotis juga belum tepat, tidak bisa pakai bagging kah ? pelajari lagi teknik bagging dengan alat ya, selain "ada" harus dipastikan adekuat juga ya. |
| STATION IPM 4 SISTEM KARDIO RESPI 2 | Marwan--> PERSIAPAN: Operator: tidak menggunakan masker (X), #alat: stetoskop tidak siap , ET masih di troli yang sulit di jangkkau, kuncian belum siap. #pasien: belumkonfirmasi cedera cerviks dan A. PROSEDURAL: oksigenasi pre tindakan terlalu cepat ( seperti memompa balon--> kurang tepatakan meningkatkan tekana pada paru dan hiperfentilasi yang ditakutkan akan menjadi pneumothorax atau hal lain). lepas pasang paringoskop karena ET jauh, memasang kuncian sebelum dicek lokasi masuk ET (X), tidak evalusi pengembangan paru dengan stetoskop ( hanya visual (X)), jarak oksigenasi ke oksigenasai selnajutnya terlalu lama-->potensi hipoksia, mencabut semua ET yang sudah terpasang karena dirasa alat bermasalah (hal ini bisa di tanggulangi di awal ya), memasang prosedur ET kembali tanpa preoksigenasi--> menikatkan tingkat hipoksia, memasukkan ET terlalu dlam, melakukan fiksasi tanpa cek ET masuk kemana--> hanya masuk 1sisi paru (tidak membuka kuncian sebelum menarikET)--> ET akan meluaki faring dan laring, Baru melakukan cek pengembangan kedua paru setelah semua kajadian tadi (?) are you serious kak? tidakpassang OPA dan berapa oksigenasi atau VTP yyang diperlukan pasien?, KIE: hindari pengggunan kata-kata medis ya.kalau ngobrol usahakan tingginya setara ya, bisa dengan duduk, prosedur dan resiko serta efek samoing pemasangan kurang jelas di infokan. |