Sistem Nilai Ujian OSCE - 24711145

FEEDBACK OSCE Ketrampilan Medik SMT 4 TA 2025/2026

15 Agustus 2026

24711145

Station Feedback
IPM 1 SISTEM DARAH & INFEKSI 1 Aanamnesis sebagian besar sudah tergali kurang di faktor risiko ke arah dd maupun dx. pemfis general tidak sistematis, auskultasi thorax langsung auskultasi ke abdomen,lalu palpasi thorax dan abdomen. px abdomen tidak sesuai urutan dan tidak lengkap, palpasi hanya mencari nyeri tekan saja tidak melakukan identifikasi kebutuhan data lainnya. px penunjang hanya benar 2 dari 3 usulan. dx kerja tidak lengkap, DD hanya benar 1 dari 2. secara umum performa masih banyak yang perlu diperbaiki teruta,a dalam pemfis
IPM 2 SISTEM DARAH & INFEKSI 2 persiapan alat sudah lengkap, sdh cuci tgn who, mengunci pengontrol tetesan dan memasukan pipa infus dg teknik aseptik, torniquet terlalu lama tgn pasien akan kebas ni de, , menyuntik nya berkali pada tempat yg sama, jika belum berhasi, sudah menghitus tetsan sebaiknya torniquet lepas dlu ya de, saat menyambung infus dg kateter intravena darah blm keluar dan torniquet blm dilepas, mohon lebih teliti lagi ya dik, infus yg dipilih glukosa
IPM 3 SISTEM KARDIO RESPI 1 tidak px keadaan umum, kesadaran, dan antropometri, px thoraks: tidak sistematis, habis perkusi baru palpasi??, tidak auskultasi jantung, tidak px ekstremitas, EKG irama reguler?? (irama sinus atau bukan), ada LVH?? hanya melihat STEMI tanpa menentukan lokasi kelainan, tidak aksis, dll, rontgen hanya melihat tidak ada peningkatan corakan bronkovaskular, dx CHF akut dd LVH, tdk cuci tangan stlh px,
IPM 5 MATA PF: belum cuci tangan dan periksa COA. Px. visus pastikan pasien tidak menggunakan lensa kontak dan lakukan lebih dulu di mata sehat.... WD dan DD tidak lengkap sehingga penulisan resep tidak lengkap...edukasi terkait penyakit dan terapi tidak disampaikan.
IPM 6 THT Anamnesis tidak mendalami faktor risko dan pemicu. Pemeriksaan hidung dengan spekulum tidak hati-hati, sehingga bulu hidung pasien terjepit, pemeriksaan orofaring????, Dekongestan tidak diresepkan
IPM 7 THT (Telinga) Ax: cukup baik, RF dan komdisi saat ini cukup tergali. , PX: kenapa langsung otoskopi, kan sebaiknya inspeksi palpasi, gunakan lamp dengan spekulum, peserta langsung otoskopi dimulia dari yang kiri ( cara pegeng otoiskop kurag sesuai, kurang membuka liang telinga. cara pekmeriksaan weber kurang pas. ;Dx-dd;ok.Tx:oj namun silahkan memberikan simtomatiknya juga;KIE:sudah menejelakan penyakit, labih baik jika ada tambahan mengenai kondisi paoen , penyebab,evaluasi; sudah menggunakan hand scoon dan mencuci tangan.
IPM 8 SISTEM RESPI ax perlu digali lebih lagi terkait keopoarahan sesaknya ya//dx kurang lengkap derajatnya, DD nyaharusnya penyakit lain ya.//tx diseusiakn keparahannya, coba cek ulang juga dosi anak ya
IPM 9 RJP Primary survey: Jangan lupa perkenalkan diri. Setelah cek respon dan tidak ada respon, langsung minta bantuan ya sebelum cek nadi dan napas. Tindakan: Teknik RJP kedalam kurang, pastikan siku tidak tertekuk ya. Pemberian ventilasi belum menggunakan teknik head tilt chin lift. Sudah mampu menyebutkan kecepatan ventilasi namun belum menyebutkan durasi dilakukan ventilasi berapa lama. Teknik ventilasi belum menggunakan CE clamp dan dilakukan dari samping pasien tidak dari atas pasien. Setelah ventilasi hanya dilakukan pengecekan napas tanpa cek nadi, apa tidak mungkin nadi pasien hilang lagi dan jatuh ke kondisi cardiac arrest lagi? Recovery position pastikan lutut menempel di lantai, kan fungsinya untuk menopang tubuh. Profesionalisme: Dalam menghadapi situasi darurat lebih cekatan lagi ya faikh, jangan lupa merujuk jika pasien masih memerlukan penanganan lanjutan pasca resusitasi. Tetap semangat!
STATION IPM 4 SISTEM KARDIO RESPI 2 IC: sudah baik; Persiapan: ambubag belum dicek fungsinya-belum disambungkan dengan sumber oksigen dari awal, sebaiknya meratakan gel di stilet jangan pakai sarung tangan.; Prosedural: Target preoksigenasi saturasi berapa (90 atau 95?), Preoksigenasi tidak bisa mencapai 95% karena belum menyambungkan ambubag dengan sumber oksigen dari awal, laringoskop jangan diungkit (suara gigi patah muncul), belum visualisasi laring, melepas ET saat gagal belum mengempeskan balon, belum cek lambung (tetap cek lambung walaupun setelah paru-paru hasilnya ada suara masuk), sambungkan selang oksigen langsung ke ET???.
Download PDF