FEEDBACK OSCE Ketrampilan Medik SMT 6 TA 2025/2026
26 Juni 202623711162
| Station | Feedback |
|---|---|
| IPM 1 SIRKUMSISI | Px fisik: sudah baik, tapi akan lebih baik bila VS dan KU juga diusulkan. ; Tx: sudah baik, tapi akan lebih baik lagi kalau dilatih tidak memegang jarum dengan tangan, resiko tertusuk, bisa menggunakan pinset dan needle holder. Pakai sarung tangan sesuai ukuran ya, kalau terlalu besar mengganggu tindakan dan resiko tertusuk jarum. Bedakan fungsi gunting benang dan jaringan. belum selesai jahit jam 6 dan menutup luka, waktu habis. ; Edukasi: bisa ditambahkan kemungkinan komplikasi, pilihan makanan dan obat-obatan. |
| IPM 10 IMUNISAS | belum tau indikasi vaksin masih baik/tidak, pelarut MR 3cc salah ya, sudut penyuntikan subkutan yg benar ya, kalau adiknya demam pasca imunisasi terus diapain?, belum ngisi buku KIA, baru menjelaskan saja |
| IPM 2 URO | di awal udah baik, meskipun belum melakukan px. Ginjal dengan lengkap tapi sayang intepretasi Px.Penunjangnya kurang tepat sehingga Dx. dan DDnya salah juga.. semangat belajar lagi ya dek |
| IPM 3 GENITAL | 1. Anamnesis: belum digali keluhan saat berhubungan seksual, riwayat kehamilan. 2. Px fisik: lakukan inspeksi urut dari daerah pubis, labia, vulva dan perineum yaa. px inspekulo:oke sudah baik. 3. Px penunjang: oke sudah mengusulkan px penunjang yang tepat dilokasi yang benar, interpretasi belajar lagi nama parasitnya yaa. 4. Dx: sudah tepat. 5, Tx: terapi kausatif masih belum tepat yaa, boleh ditambahkan obat simtomatis. |
| IPM 4 PIMPINAN PERSALINAN | hanya mengusulkan px dalam, diagnosis baik, Melahirkan kepala dg perasat ritgen. kepala lahir cek tali pusat. Pemasangan klem tali pusat pertama tdk perlu diurut. antara klem pertama dan kedua baru diurut. Setelah itu langsung potong dulu saja tali pusat baru inj oksitosin, biar bisa segera imd kl tdk ada penanganan dari bayi. Yg globuler bukan vagina tapi uterus. Manajemen aktif kala 3 diperhatikan. Kelengkapan plasenta cek kotiledon dan selaput,bukan pembuluh darah. |
| IPM 5 OBSTETRI | Anamnesis kurang lengkap, pemeriksaan abdomen, TFU, DJJ tidak dilakukan, diagnosis kerja sudah sesuai, tata laksana tidak sesuai (dexamethasone, kuretase) |
| IPM 6 KONTRASEPSI (IUD) | ukuram handscoon terlalu besar, biasakan cuci tangan WHO sebelum memakai handscoon, sdh pakai HS tp akhirnya menyalakan lampu dll k persiapan alat belum selesai dengan menggunakan tangan yang belum terpasang HS. tdk menggunakan gel untuk memasukkan spekulum, harusnya posisi IUD dipertahankan ttp dikemasan plastik sampai sesaat akan dimasukkan. kamu mengeluarkan dalam meja tindakan, melepaskan kepala IUD nya itu saat abis slesai memasangkan lengan ya dik, bagian diatas pengatur elips itu jangan dipegang2 dik meminimalisir kontaminasi, kamu malah dipegang2 terus dan bahkan bagian kepala lupa dilepas, baru dilepas saat mau memasukkan IUD, tdk mengecek apakah ada bekas perdarah di portio k cunam. sebelum benang nya keluar semua dr tabung haarusnya sdh di potong 2-3 cm. tdk mengajarkan cara mengecek posisi IUD secara mandiri, dan jenis2 kondisi yang pasien harus perhatikan dan harus kontrol lebih cepat klo ada kondisi tsb |
| IPM 7 Konseling Laktasi dan Edukasi Menyusui | sebaiknya saat anamnesis fokus ke tanya jawab dulu, tidak langsung meminta ibu memperagakan, interpretasi posisi belum benar ya (yang diperagakan belum benar tetapi dokter menilai sudah benar), belum menilai bagaimana ibu menyangga payudara saat menyusui. belum tepat menentukan 2 permasalahan (masih salah menentukan prioritas permasalahan), sebaiknya melakukan kesepakatan dengan pasien terkait kunjungan berikutnya |
| IPM 8 RESUSITASI NEONATUS | Operator: Persiapan alat OK. Resusitasi: Belum memasang Oksimeter. Diawal sudah sesuai alur. Setelah LDJ naik >60 lanjut VTP+kompresi? belum sesuai ya Ita. LDJ 90 langsung rujuk NICU? yuk perlajari lagi alurnya yaa.; Asisten: OK sudah baik |
| IPM 9 ANAK | Anamnesis belum menggali riwayat nutrisi dan imunisasi. Intertpretasi antorpometri cuma 1 BB/TB saja, yang lain? kalau diagnosis kwashiorkor salah ya, harusnya z score dihitung semua agar tau status gizinya. edukasi kurang tepat. |