Sistem Nilai Ujian OSCE - 23711208

FEEDBACK OSCE SEMESTER 5 TA 2025/2026

31 Januari 2026

23711208

Station Feedback
STATION IPM 8 NEURO 2 Ax: Kurang menggali riwayat pengobatan dan riwayat kebiasaan/sosial pasien. II Px fisik: Belum periksa status lokalis punggung bawah. Ayunan hammer saat periksa refleks fisiologis lemes sekali... --> ayunan lemes seperti itu tidak bisa "mengagetkan" saraf di deep tendon untuk memicu keluarnya refleks. Px kaku kuduk dan Brudzinski 1 kok pasien masih pakai bantal tu gimana... Indikasi px Brudzinski 2 pada pasien ini juga apa, hanya membuat pasien semakin tidak nyaman diangkat-angkat tungkainya seperti itu. Sejak kapan px kekuatan motorik tungkai ada pasiennya diminta angkat-angkat tungkai sendiri tanpa tahanan seperti itu??? Px sensoris itu ada yang namanya prinsip "2 ekstrim", jangan hanya sembarang menggores-goreskan kapas di sisi kiri dan kanan tanpa tujuan, pelajari lagi. || Dx: LBP itu bukan dx banding --> dia ini dx klinis, dx klinis itu tidak ada dx bandingnya, yang ada dx bandingnya itu dx etiologis (misal: HNP, stroke, infeksi, dll). HNP itu juga HARUS DISEBUTKAN LOKASINYA DI MANA, karena predileksi bisa di servikal ataupun lumbal. || Profesionalisme: Kurang memperhatikan keamanan pasien --> tidak mencobakan stimulus tajam ke diri pasien dulu sebelum digunakan untuk periksa ke pasien (itu DI MUKA lho, kalau tidak Anda pastikan keamanannya trus kebablasan periksanya dan jadi bopeng, siap dikomplain pasien???).
STATION IPM 1 MLBM px lokalis kurang lengkap, juga tidak mengentikan perdrahan, teknik anestesi masih kurang, tdkmelakukan debridemen tajam, teknik jahit sudah sesuai, hanya kurang rapi, jarak tusukan dan tepi luka terlalu dekat.
STATION IPM 2 MUSKULOSKELETAL anamnesis masih kurang lengkao (riw penyakit kronis?penyakit keluarga dan faktor seiko yg ada?),pemeriksaan fisik tidak melakukan pmx keadaan umun dan kesadaran,aantropometri, pemeriksaan lokalis yang dilakukan apa hanya perlu inspeksi dan gerakan saja?pemeriksaan inspeksi seharusnya apa yang dinilai?(hubungkan dengan keluhan dan riwayat pasien -->pemeriksaan yg dilakukan kenapa malah UKK saja?pemeriksaan penunjang sudah meminta 2 yg tepat dengan interpretasi tidak tepat pd x-ray (menyebutkan adanya fraktur yg sudah dilakukan tindakan operatif) serta biasakan untuk meminta pemeriksaan penunjang dengan lengkap (x-ray bagian apa?posisi apa?), dx tidak tepat (menyebutkan osteoporosis ec fraktur dengan DD fraktur tibia),belum mencuci tangan setelah pemeriksaan
STATION IPM 3 INTEGUMENTUM Anamnesis cukup relevan. Pemeriksaan fisik, gunakanlah alat yan tersedia agar mendapatkan gambaran UKK lebih jelas. Diagnosis dan DD belum tepat atau kebalik. Terapi,pemilihan jenis obat benar, namun dosis belum tepat, perhatikan dosis harusnya disesuaikan dengan BB pasien.
STATION IPM 4 GASTRO-AKUT ABDOMEN Px fisik: pemeriksaan sudah kengkap dan sistematis, teknik pemeriksaan Murphy's sign kurang tepat (yang dilihat adalah apakah pasien berhenti menarik napas).; Px Lab: permintaan sudah benar 3, interpretasi elektrolit salah, interpretasi foto kurang tepat.; Dx: Dx kerja bisa di lengkapi etiologinya, diagnosis banding sudah ok
STATION IPM 5 ENDOKRIN anamnesis sudah relevan menggali faktor risiko, mengusulkan penunjang sudah ok & interpretasinya betul,diagnosis ok, belajar lagi dosis & sediaan obat ya,komunikasi edukasi baik, profesionalisme ok
STATION IPM 6 NUTRISI DAN SISTEM DIGESTI AX : belum menggali gejala dehidrasi pada pasien dan belum eksklusi penyebab lainnya misalnya apakah ada riwayat penggunaan alkohol atau obat obatan selain dari makanan DX : kurang tepat ya dek diagnosisnya walau rencana terapi dan tujuannya betul TX NONFARMAKO : tadi sempat belum fiksasi namun Alhamdulillah akhirnya ingat untuk fiksasi dengan plester, lain lain ok KOMUNIKASI :Ok PROFESIONALISME : Cukup baik semangat selalu ya dek bisa pelajari lagi dari anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk dapat mendiagnosis dengan tepat ya
STATION IPM 7 NEUROLOGI 1 Anamnesis perlu menggali lebih lanjut faktor risiko yang sesuai dengan kondisi pasien ya dek.. dipelajari lagi cara memegang hammer saat meriksa refleks fisiologis ekstremitas atas ya (yang dlakukan itu backhand, sebaiknya dihindarri), refleks patela bebaskan dari pakaian, pasien tidak sadar kenapa pertama kali tidak diperiksa kesadarannya? kaku kuduk bebaskan dari bantal, saat brudzinski 3 seharusnya sambil melihat lengan untuk mengamati hasil positif atau tidak, dx stroke hemoragik, dd stroke iskemik, meningitis. dipelajari lagi cara pemeriksaan dan yg relevan juga dx nya yaa, semangat belajar yaa dek..
STATION IPM 9 PSIKIATRI anamnesis cukup, pxstatus mental blm lengkap utk isi pikir, terapi mengapa memberikan 2 jenis anti depresi ya, edukasi cukup
Download PDF